Menikmati Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia. Gunung ini sangat terkenal di kalangan pendaki karena treknya yang sangat menantang dan panorama alamnya yang sangat indah. Untuk dapat menikmati Gunung Rinjani memerlukan usaha yang besar. Titik tertinggi berada di 3726 meter dari permukaan laut (mdpl). Jalur pendakian terdekat dimulai dari Desa Sembalun Lawang dan Desa Senaru.

Gunung Rinjani yang saat ini kita nikmati adalah sisa dari letusan dahsyat dari gunung yang dulunya bernama Samalas yang terjadi lebih dari 800 tahun yang lalu. Diyakini letusannya bahkan lebih hebat dari letusan Gunung Tambora dan Gunung Krakatau. Abu vulkaniknya menyebar ke penjuru dunia dan menyebabkan perubahan cuaca global. Diyakini juga saat itu terjadi kematian massal dimana-mana, selain akibat dari bencana langsung juga karena bencana kelaparan akibat gagal panen dan menyusul serangan berbagai penyakit. Cerita tentang letusan Samalas yang dahsyat ini juga terekam pada sebuah naskah tua, Babad Lombok.

CAM00447

Saking dahsyatnya letusan Samalas dan banyaknya material vulkanik yang dimuntahkan gunung ini menyebabkan kekosongan kantung magma sehingga bagian atap gunung runtuh dan membentuk kaldera sedalam 800 meter, yang saat ini menjadi tempat terhamparnya Danau Segara Anak dan Gunung Barujari. Baiklah, cukup bicara sejarahnya, sekarang mari kita bahas dampak positif yang ditinggalkan Samalas saat ini.

Pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu objek wisata paling diminati di Pulau Lombok. Sebagian besar datang karena ingin menjajal kemampuan di trek-treknya yang terjal sekaligus mendapat bonus panorama alam yang tiada tara. Animo mendaki Rinjani tidak pernah surut, terutama pada bulan Juli dan Agustus, bulan liburan musim panas di penjuru dunia. Melihat sekelompok bule yang naik ke Rinjani kemudian menjadi pemandangan biasa, bahkan banyak bule yang mengajak seluruh anggota keluarganya untuk ikut serta menikmati Rinjani.

Kemudahan akses pariwisata membuat para turis pun berbondong-bondong datang. Coba saja ke Gili Trawangan, maka kamu akan menemui belasan gerai yang menjual produk “Trekking Rinjani”, tinggal siapkan uang dan pilih paket berapa hari pendakian. Semua perlengkapan umum seperti logistik, tenda, sampai air minum akan disediakan oleh operator, kita cukup membawa perlengkapan pribadi seperti pakaian, obat pribadi dan sleeping bag. Jika tidak memiliki sleeping bag kita bisa menyewanya dari operator. Seluruh perlengkapan tersebut pun tidak perlu kita bawa sendiri, karena akan ada porter yang membawanya. Dan tidak perlu takut tersesat, karena akan ada guide lokal yang selalu setia menemani perjalanan kita, selambat apapun kita berjalan.

IMG_0388

Jalur pendakian yang paling umum dilalui adalah jalur Sembalun dan jalur Senaru. Perbedaannya, pada jalur Sembalun lebih landai namun pendakian saat siang hari akan terasa sangat panas karena didominasi oleh padang rumput luas yang minim pepohonan. Panas matahari sangat menyengat namun sesekali angin dingin berhembus dan membuat menggigil. Sedangkan pada jalur Senaru, kita akan dihadapkan oleh tanjakan panjang yang tiada henti sampai ke Pelawangan Senaru, namun sepanjang jalan kita tidak akan kepanasan karena jalur yang dilalui menembus hutan lebat yang menauingi kita dari sengatan matahari. Tanjakan menuju puncak terdapat pada punggungan Sembalun, sehingga kebanyakan pendaki memilih jalur Sembalun saat berangkat, karena rutenya lebih dekat dengan puncak, lalu turun melalui Senaru. Perlengkapan logistik dan operator-operator pendakian mudah didapatkan di Sembalun dan Senaru.

Dari Pelawangan Sembalun dan Senaru, mata kita akan dipikat dengan keindahan Danau Segara Anak yang biru kehijauan. Di atasnya, pucuk Rinjani berdiri gagah. Gunung Barujari meringkuk santai di bawah naungan bayangan Rinjani dikelilingi Segara Anak. Sebuah mahakarya Tuhan yang tak ada duanya.

CAM00449

Umumnya, para pendaki akan mulai melakukan pendakian puncak atau summit attack pada dini hari atau tengah malam. Tujuannya agar bisa melihat matahari terbit tepat saat tiba di puncak. Perjalanan dari Pelawangan Sembalun menuju puncak ditempuh sekitar 4-8 jam tergantung kecepatan jalan masing-masing. Medan terjal menuju punggungan puncak sangat terjal dengan materi batu kerikil bercampur pasir. Tiba di punggungan jalan akan melandai. Lalu tanjakan terakhir menuju puncak adalah yang terberat, selain derajat kemiringannya yang tinggi, di kanan kiri juga terdapat ngarai curam, dan materi tanjakan adalah pasir dan bebatuan. Untuk tiba di puncak harus ditempuh dengan susah payah, setiap satu langkah naik akan diikuti dengan setengah langkah turun karena terperosok bebatuan pasir.

CAM00480

Pada umumnya, tidak dibutuhkan perlengkapan atau keahlian khusus untuk mendaki Rinjani. Hanya dibutuhkan stamina, semangat dan mental sekeras berlian untuk bisa sampai ke Puncak tertinggi ketiga di Indonesia ini. Tapi semua lelah dan kerja keras tersebut akan terbayar ketika kita sampai di puncak. Dan jujur saja, saat tiba di puncak Rinjani itulah kali pertama saya benar-benar merasakan apa yang disebut “kelelahan yang terbayarkan”. Jika cuaca cerah, dari puncak kita bisa melihat Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen di Jawa Timur dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Seluruh Pulau Lombok akan terlihat lengkap dengan tiga gili-nya yang terkenal.

Rinjani memang menakjubkan, tak ada kata yang bisa menerjemahkan keindahannya, bahkan kata indah pun seperti tak layak lagi untuk dipakai, karena Rinjani lebih dari seribu level dari kata “indah”, dia adalah kepingan surga yang tak sengaja dijatuhkan Tuhan dari langit.

foto : koleksi pribadi penulis

Untuk informasi dan penawaran paket wisata hemat, paket corporate outing, team building, outbond, field trip sekolah dan kegiatan lainnya. Hubungi call center Trip Hemat di 0856 – 9194 – 6136 atau email ke info@triphemat.com.

Aliyamuafa
Aliyamuafa
owner of triphemat.com. travel consultant and (ofcourse) travel lover

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *