Koin Untuk Traveling

Sebelumnya, saya ingin bertanya, apa yang kamu lakukan jika mendapat kembalian uang koin? Oke, jawabannya silahkan disimpan dulu di dalam hati. Karena setelah membaca tulisan ini, mungkin, jawaban itu akan segera berubah.

Saya mempunyai kebiasaan memasukkan uang koin sisa belanja ke dalam celengan, kadang jika orang di rumah sering mengabaikan keberadaan koin-koin tersebut, maka sayalah yang akan memungutnya dan memasukkannya ke celengan. Celengan koin pertama yang saya punya sangat sederhana, terbuat dari kaleng bekas biskuit yang bagian tutupnya saya lubangi memanjang agar koin bisa masuk ke celah-celahnya. Tidak terasa kaleng itu akhirnya penuh, tanpa ada maksud menghitung jumlah dan menukarkannya ke bank. Lalu saya buat celengan baru, kali ini terbuat dari botol bekas air mineral 1,5 liter yang bagian atasnya saya lubangi memanjang lagi agar uang koin bisa lolos. Setelah sekian lama, celengan itu penuh lagi. Begitu seterusnya, beragam benda bekas di rumah saya jadikan celengan. Beberapa tahun kemudian, total ada 4 celengan penuh koin dan satu celengan yang masih baru diisi.

Waktu itu saya sedang bokek-bokeknya, karena baru resign dari pekerjaan lalu jalan-jalan sebulan full, lalu belum dapat pekerjaan lagi, tapi sudah sangat ingin jalan-jalan lagi. Ketika sedang melamuni nasib itulah mata saya kemudian tertuju pada tumpukan celengan koin yang menumpuk di pojok kamar, kondisinya sudah sangat mengenaskan, berdebu tebal dan bersarang laba-laba.

Awalnya sih saya hanya iseng ingin mengetahui jumlah uang koin yang telah saya kumpulkan. Celengan saya buka satu persatu lalu koin-koin itu saya tumpahkan sampai membentuk seperti gunung. Dengan bersenjatakan isolatip dan gunting, saya mulai mengemas koin-koin tersebut menjadi bilangan-bilangan yang lebih besar. Koin 500 perak saya kemas 20 tumpuk sehingga menjadi senilai 10.000, begitupun dengan koin 100, 200, 1000, bahkan ada juga koin 50 perak.

Pekerjaan mengemas koin itu ternyata tidak selesai sehari, esoknya saya lanjutkan lagi. Dan setelah saya hitung jumlahnya sangat fantastis! Maka dengan semangat saya tukarkan koin-koin tersebut ke bank, ke SPBU, ke toko, ke tukang cilok, ke tukang es, ke tukang sayur, dan ke tukang mainan. Intinya, akhirnya 4 buah celengan koin yang saya kumpulkan dengan iseng dan tanpa beban tersebut bisa membawa saya liburan ke derawan selama 3 hari 2 malam. Ngga pake gembel-gembelan, tidurnya di penginapan, makan mewah setiap hari, dan nginep sehari di hotel bintang 3 di Kota Tarakan (eh, yang terakhir sebenernya patungan bertiga sih).

Seringkali kan kita meremehkan fungsi uang koin, selain untuk ngasih pengemis atau ngupahin ponakan atau dimasukin ke kotak amal di depan i***mart dan a***mart atau bahkan dibuang begitu aja ke jalanan. Padahal coba bayangkan, uang satu juta kalo kurang 500 perak aja ya ngga bisa jadi satu juta kan? Dan masih inget juga kan program swadaya yang berjudul Koin untuk si Anu atau Koin untuk Presiden, dan sebagainya, itu kan koin loh, koin!! Dan nilainya sampai ratusan juta. Ckkk.. Mungkin, inilah yang dimaksud peribahasa, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, bukit koin maksdunya. Hehe..

Jadi, coba deh mulai sekarang, simpan semua koin-mu dan lihat setahun kemudian kamu bisa gunakan untuk apa semua koin-koin itu. :’)

Selamat mengumpulkan koin untuk berpetualang!

 

Untuk informasi dan penawaran paket wisata hemat, paket corporate outing, team building, outbond, field trip sekolah dan kegiatan lainnya. Hubungi call center Trip Hemat di 0856 – 9194 – 6136 atau email ke info@triphemat.com.

Aliyamuafa
Aliyamuafa
owner of triphemat.com. travel consultant and (ofcourse) travel lover

2 Comments

  1. Kumpulin celengan bisa ke Pulang Derawan?
    Nice post. 🙂

  2. santinirmala says:

    wah, patut dicoba nih min ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *