Arti Sebuah ‘Kabar’

Pernah nonton film 127 Hours? Atau paling tidak, pernah dengar judul tersebut? Kalau belum dua-duanya, maka saya rekomendasikan film tersebut untuk kamu tonton.

 

127 Hours diangkat dari kisah nyata tentang pendaki tebing bernama Aron Ralston yang terpaksa memotong lengannya sendiri setelah 100 jam lebih terjebak di celah sempit Canyonlands National Park Utah. Pada 25 April 2003, Aron berangkat dari tempat tinggalnya menuju Canyonlands, tanpa memberi kabar pada satupun kerabatnya. Tiba di Canyonlands, Aron bertemu dua gadis traveler, Kristi dan Megan, yang terlihat tersesat, Aron pun menawarkan diri untuk memandu mereka. Di penghujung tour, Kristi dan Megan mengundang Aron untuk datang ke sebuah pesta di dekat penginapan mereka, namun Aron menolak dan kembali melanjutkan perjalanannya sendiri.

Semuanya masih tampak berjalan lancar ketika tiba-tiba Aron tergelincir dan terjatuh ke dasar ngarai sempit, tapi yang menjadi masalah besar adalah batu yang ikut jatuh bersamanya dan menghimpit tangan kanannya. Di saat-saat seperti itu Aron merenungi  seandainya rekan dan keluarganya mengetahui kemana tujuannya, pasti mereka akan mencari Aron yang sudah beberapa hari ini menghilang. Dengan sedikit harapan yang tersisa, Aron mengamputasi tangan kanannya yang mulai membusuk. Beruntung kemudian di tengah perjalanan pulang Aron bertemu turis yang sedang berwisata, dan Aron segera diselamatkan. Di akhir cerita Aron menambahkan, bahwa dirinya tidak pernah lagi pergi tanpa kabar.

127 Hours 03

Beberapa di antara kita memang memiliki keinginan untuk menyendiri. Kadang, dengan memberi kabar kita-akan-pergi-kemana sama seperti mengajak lusinan kenalan yang ingin ikut bersama kita. Tapi apa yang telah terjadi pada Aron adalah sebuah pelajaran.Karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di masa yang akan datang.

Saya mempunyai banyak kenalan yang rela berbohong pada orangtuanya demi pergi ke suatu tempat yang dia senangi, lalu bagaimana jika terjadi hal diluar dugaan di tempat tersebut? Dimana orangtua yang paling peduli pun sebenarnya tidak tahu kita ada di tempat itu. Kepedulian sekelas “kamu mau kemana?” memang kerap kali kita abaikan, tapi jelas dampaknya akan sangat berarti. Anggaplah dengan meninggalkan kabar akan pergi kemana kita seperti menabung asuransi, yang jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan akan ada seseorang datang memberi pertolongan, yang mana orang itu sebelumnya pernah menanyakan “kamu mau kemana?”.

Saya pribadi, tidak pernah berbohong pada orangtua tentang kemana saya akan pergi, walaupun orangtua saya awalnya tidak memberi izin dan saya tetap nekad pergi. Tapi saya selalu percaya, bahwa orangtua saya selalu menginginkan yang terbaik, jadi pasti mereka mendoakan yang terbaik pula untuk perjalanan saya. Sampai saat ini, dan apalagi setelah menonton 127 Hours, saya selalu mengabarkan keberadaan saya pada orangtua, bahkan menandai tanggal kepulangan saya, supaya suatu saat ketika saya tidak juga pulang, mereka bisa berusaha menemukan saya kembali, dalam bentuk dan kondisi yang bagaimanapun.

 

Untuk informasi dan penawaran paket wisata hemat, paket corporate outing, team building, outbond, field trip sekolah dan kegiatan lainnya. Hubungi call center Trip Hemat di 0856 – 9194 – 6136 atau email ke info@triphemat.com.

Aliyamuafa
Aliyamuafa
owner of triphemat.com. travel consultant and (ofcourse) travel lover

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *