5 Wisata Mistis di Indonesia

Meskipun menebarkan nuansa mistis dan angker, tetapi tempat-tempat ini justru menarik para wisatawan karena keunikannya atau sekedar penasaran dan uji nyali.

Lubang Buaya, Jakarta

Lubang-buaya-Jakarta

Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta, yang menjadi tempat pembuangan para korban G30S pada 30 September 1965, yang saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Dan saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan berisi relik. Selain itu juga terdapat rumah tempat ketujuh pahlawan revolusi disiksa dan dibunuh. Terdapat pula mobil yang digunakan untuk mengangkut tawanan. Sejarahnya yang kelam membuat tempat ini berkesan angker dan menyeramkan. Warga setempat pun mengaku sering melihat penampakan atau mendengar hal-hal ganjil disekitarnya.

Patung Pastur H.C Verbraak, Bandung

patung pastur bandung

Bagi penghuni Bandung mungkin sangat familiar dengan adanya patung Pastor H.C. Verbraak ini. Patung berwarna perunggu dengan tinggi kira-kira 4 meter ini merupakan peninggalan dari jaman Belanda. H.C Verbraak pada zaman Belanda di tugaskan sebagai pastor para tentara yang bertugas di daerah Aceh. Pastor H.C Verbraak lahir pada tahun 1835 dan wafat pada tahun 1912. Patung berlokasi dipertigaan jalan Ambon dan jalan Seram. Kebanyakan orang mengaku jika melihat patung Pastor H.C. Verbraak ini akan sulit memalingkan pandangannya. Seolah-olah setelah memandang kita akan menghayal dan bengong sesaat. Lokasi disekitar patung juga terlihat rimbun. Tempat angker di Bandung ini ternyata menarik sebagian anak muda untuk mencari tahu. Tempat ini sering di kunjungi untuk pemburuan hantu atau makhluk gaib. Patung H.C. Verbraak yang berada di taman maluku ini terlihat tetap gagah walau memberi kesan menakutkan. Ada cerita yang beredar bahwa patung ini dapat bergerak pada waktu tertentu.

Lawang Sewu, Semarang

Lawang-Sewu-Semarang

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung tua di Semarang, Jawa Tengah, yang awalnya merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Beragam cerita mistis kemudian melatari keberadaan bangunan tua ini. Lorong-lorong bangunannya yang panjang dan sepi membuat kesan mistis tersebut semakin dirasakan pengunjung.

Kuburan Trunyan, Bali

trunyan-makam

Kuburan Trunyan berada di sisi timur Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Hampir tak ada wisatawan yang tak berdiri bulu kuduknya saat melangkahkan kaki ke kompleks kuburan Trunyan. Berbeda dengan mayoritas warga Bali yang melakukan upacara ‘ngaben’ saat kematian seseorang. Di Trunyan, warga yang telah meninggal jenazahnya dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Jenazah hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Uniknya setelah berhari-hari walaupun tidak dibalsem, jenazah tersebut tidak menyebarkan bau busuk. Ini disebabkan pohon Taru Menyan yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Goa Tengkorak, Kalimantan Timur

Goa-Tengkorak

Sesuai namanya, Goa Tengkorak yang terletak di Kabupaten Paser Kalimantan Timur ini memang berisi tumpukan tengkorak manusia. Goa ini adalah sebuah lubang kecil di tebing kapur dengan ketinggian sekitar 20 meter. Untuk masuk ke dalam, kita diharuskan untuk merangkak karena mulut goa yang sempit. Di dalam goa terdapat ruangan-ruangan yang berisi tengkorak-tengkorak tersebut. Suasana goa yang remang dan sempit serta tumpukan tengkorak membuat suasana menjadi sedikit mencekam. Belum ada penelitian dari mana tengkorak tersebut berasal, namun masyarakat percaya bahwa tengkorak-tengkorak tersebut adalah nenek moyang warga setempat. Namun di beberapa kuburan yang terletak di luar goa terdapat tulisan-tulisan Arab.

Tana Toraja, Sulawesi Selatan

rambu solo'

Tana Toraja adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan. Dihuni oleh suku Toraja yang memiliki budaya yang unik. Salah satunya yang mendunia adalah ritual kematiannya atau Rambu Solo’. Rambu Solo’ merupakan acara tradisi yang sangat meriah di Tana Toraja, karena memakan waktu berhari-hari untuk merayakannya dan berbiaya sangat mahal. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada siang hari, saat matahari mulai condong ke barat dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari. Bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Karena menurut kepercayaan Aluk To Dolo (kepercayaan masyarakat Tana Toraja dulu, sebelum masuknya agama Nasrani dan Islam) di kalangan orang Tana Toraja, semakin tinggi tempat jenazah tersebut diletakkan, maka semakin cepat pula rohnya sampai ke nirwana. Upacara pemakaman ini kadang baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian yang bersangkutan, dengan tujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman. Suku Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Dalam masa penungguan itu, jenazah dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Arwah orang mati dipercaya tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu arwah akan melakukan perjalanan ke Puya. Suasana mistis dan ganjil akan sangat terasa sepanjang upacara Rambu Solo’ ini. Seperti kerbau yang tidak juga roboh setelah kepalanya tersembelih.

 

Selamat Berpetualang Mistis! :’)

 

Sumber foto : berbagai sumber

Untuk informasi dan penawaran paket wisata hemat, paket corporate outing, team building, outbond, field trip sekolah dan kegiatan lainnya. Hubungi call center Trip Hemat di 0856 – 9194 – 6136 atau email ke info@triphemat.com.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s